Share This Post

ASEAN / Budaya / Ekonomi / Internasional / Kepnas / Media Sosial

Menyambut Tahun Emas ASEAN, Relawan Komunitas Peduli ASEAN Bertemu dengan Kemenko Perekonomian

Menyambut Tahun Emas ASEAN, Relawan Komunitas Peduli ASEAN Bertemu dengan Kemenko Perekonomian

JAKARTA – Relawan Komunitas Peduli ASEAN hadir memenuhi undangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian untuk silaturahmi dan berdiskusi dalam menyambut peringatan 50 tahun ASEAN di ruang rapat Kemenko Perekonomian, Jl. Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2017).

Pihak Kemenko Perekonomian yang menemui adalah Benitorio dan Devy Panggabean. Benito menjelaskan, dalam rangka menyambut 50 tahun ASEAN, ini menjadi sebuah momen yang sangat penting dan strategis. Penting karena ibarat orang kawin, sudah 50 tahun, kawin emas. “Momen 50 tahun ASEAN ini bisa punya makna yang lebih mendalam, terutama untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, hal itu bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Misalnya, jika kita ekspor ke ASEAN ini sudah zero persen tarifnya. “Hal-hal seperti ini yang belum banyak diketahui oleh masyarakat,” paparnya.

Menyambut tahun emas ASEAN, Benitorio dan Devy Panggabean mengajak Relawan Komunitas Peduli ASEAN untuk bisa bersinergi. “Kami menawarkan gimana kalau kita sama-sama membuat momen 50 tahun ASEAN jadi program kita bersama. Gimana caranya, nanti bisa kita bahas lebih lanjut. Cuma, maksudnya, kami minta tolong, kita bersinergi bersama,” ajak Devy Panggabean.

Hadir dari Relawan Komunitas Peduli ASEAN, Hafyz Marshal, Fajrin Hakim, Nurul Hidayah, dan M. Samsul Arifin. Hafyz Marshal mengatakan, itu adalah ide bagus untuk kian mengenalkan ASEAN ke kaum muda dan masyarakat pada umumnya.

“Selama ini masih banyak yang belum mengenal betul tentang ASEAN. Termasuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah berlaku akhir 2015 ini,” papar Hafyz Marshal.

Ia menjelaskan, relawan komunitas peduli ASEAN berdomisili di berbagai daerah seluruh Indonesia, dan berlatarbelakang profesi yang beragam. “Di Jakarta, ada 40 anggota kami yang aktif,” ucapnya.

M. Samsul Arifin mengungkapkan, Relawan Komunitas Peduli ASEAN di daerah-daerah juga aktif bergerak menyosialisasikan MEA. “Kita juga bergerak melalui komunitas-komunitas yang kita ikuti. Di Jogja, salah satunya saya bergerak melalui Forum Penulis Muda Jogja, sebuah komunitas anak muda yang suka tulis-menulis,” paparnya.

Nurul Hidayah, salah satu anggota relawan, menjelaskan bahwa dalam menyosialisasikan tahun emas ASEAN kita bisa manfaatkan media sosial. “Kita punya akun media sosial facebook, twitter, instagram, website dan koneksi media. Tentu hal ini sangat efektif untuk menyosialisasikan kegiatan-kegiatan dalam menyongsong tahun emas ASEAN,” ucapnya.

“Tahun 2016 lalu, kita pernah mengadakan pertemuan nasional Relawan Komunitas Peduli ASEAN di Kemenlu dan dihadiri 320 anak muda dari berbagai daerah. Saat itu kita juga memposting dan melakukan tweet dengan tagar #IndonesiaJuaraASEAN dan jadi trending topik,” kata Fajrin Hakim menimpali.

Hafyz mengatakan, pengemasan peringatan tahun emas ASEAN harus dikemas lebih menarik dan kreatif agar bisa mengena ke masyarakat. “Misalnya kita bisa juga adakan car free day di berbagai daerah, seperti di Medan, Surabaya, Bandung, dan lain-lain. Karena, di car free day, banyak anak muda dan masyarakat dari berbagai kalangan bisa berkumpul,” pungkasnya.

Share This Post

Leave a Reply