Share This Post

ASEAN / Budaya / Ekonomi / Internasional / Kepnas / Media / Media Sosial

Bahas 50 Tahun ASEAN, Ini yang dibicarakan Dalam Pertemuan Relawan KAPAS dengan Kemenko Perekonomian

Bahas 50 Tahun ASEAN, Ini yang dibicarakan Dalam Pertemuan Relawan KAPAS dengan Kemenko Perekonomian

JAKARTA – Menyambut Peringatan 50 Tahun ASEAN yang jatuh pada 8 Agutus 2017 nanti, Relawan Komunitas Peduli ASEAN (KAPAS) menghadiri undangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, di Gedung Ali Wardhana, Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, pada Selasa (24/1/2017).

“Tahun ini usia ASEAN masuk 50 tahun. Untuk tahun emas ini, kita perlu menyamakan pandangan, termasuk memperbaharui informai tentang MEA. Karenanya, mari kita diskusi mengenai hal tersebut,” ujar Kepala Sub. Bidang Intra ASEAN Kemenko Perekonomian, Benito Rio Avianto.

Benito kemudian mempersilahkan Netty Muharni menyampaikan materinya. Netty Muharni adalah Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kemenko Perekonomian. Di awal paparannya, Netty menjelaskan tentang pentingnya pemerataan informasi, utamanya untuk relawan sebagai ujung tombak sosialisasi MEA.

“Sekarang, kapanpun kita bisa pergi ke semua negara ASEAN tanpa visa, kita bisa mengirim barang dengan mudah, satu pasar menjadikan banyak hal menjadi mudah. Karenanya, anak-anak muda perlu meningkatkan kompetensi dan fokus,” papar Netty Muharni.

Bahas 50 Tahun ASEAN, Ini yang dibicarakan Dalam Pertemuan Relawan KAPAS dengan Kemenko Perekonomian -01

Netty melanjutkan, berbagai kemudahan tersebut bisa memberikan manfaat untuk masyarakat Indonesia. “Misalnya, kalau kita ekspor ke ASEAN, tarifnya sudah nol persen. Hal-hal demikian belum semua masyarakat mengetahuinya. Saat ini ada 34 universitas yang sudah memiliki pusat studi ASEAN, ini bisa jadi pusat sosialisasi MEA di kampusnya dan kampus sekitar,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Relawan KAPAS, Hariqo Wibawa Satria mengatakan, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bukan sekedar integrasi tapi kompetisi. Memahami MEA sebagai kompetisi akan merubah cara kita meningkatkan kapasitas, dan menjadikan kita sadar untuk berkolaborasi.

“Ada dokter gigi yang hebat di Jakarta, namun ia belum tentu dianggap hebat di level ASEAN. Ini contoh, maksudnya kita harus berfikir bagaimana menjadi yang terbaik di bidang kita masing-masing. Kita juga harus mendorong teman-teman yang lain jadi terbaik di bidangnya, minimal di level ASEAN,” tambah Hariqo.

Bahas 50 Tahun ASEAN, Ini yang dibicarakan Dalam Pertemuan Relawan KAPAS dengan Kemenko Perekonomian -02

Menurut Hariqo yang juga alumnus Pascasarjana Jurusan Diplomasi Internasional Universitas Paramadina ini, mental menang di ASEAN harus ditanamkan kepada para pelajar, sedangkan mental minder harus dicabut dari jiwa pelajar-palajar Indonesia. Kendala teknis saat ini adalah, pengetahuan kita tentang ASEAN berbeda, karena informasi tentang ASEAN yang disampaikan kemasannya belum menarik, ini harus ada solusinya. Nah, sekarang ada momentum bagi relawan untuk melakukan sesuatu.

“Relawan KAPAS terpanggil menyukseskan agenda besar 50 tahun ASEAN. Atas nama Relawan KAPAS, kami ucapkan terima kasih kepada Kemenko Perekonomian. Mengundang masyarakat memberikan masukan, melibatkan masyarakat dalam kegiatan pemerintahan adalah paradigma baru, ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang berjiwa pemimpin,” tambah Hariqo.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kerjasama ASEAN Kemenko Perekonomian Devy Panggabean mengatakan, kemasan kegiatan Peringatan Tahun Emas ASEAN ini harus kreatif dan menarik. Dia mencontohkan, sosialisasi Peringatan Tahun Emas ASEAN di Car Free Day, tinggal konsepnya apa.

“Kegiatan Peringatan 50 Tahun ASEAN sebisa mungkin melibatkan partisipasi masyarakat. Adapun rangkaian kegiatannya apa-apa saja, detailnya bagaimana, akan kita bahas pada pertemuan selanjutnya, kita berharap ini kolaborasi ini sukses,” tutup Devy.

Share This Post

Leave a Reply