Media Sosial

Ini Faktor dan Strategi Soal Radikalisme di Kalangan Remaja Melalui Medsos

DEPOK, Kepnas.com – Direktur Ekesekutif Komunikonten (Institut Media Sosial & Diplomasi) Hariqo Wibawa Satria menegaskan perlunya tiga hal bagi setiap organisasi dalam menyikapi konten negatif yang tersebar di internet seperti pornografi, kekerasan, termasuk propaganda radikalisme, separatisme, komunisme dan lain-lain. Pertama pelatihan pembuatan konten, kedua membentuk tim media sosial, dan ketiga mengadakan pembuatan konten. Hal itu disampaikan didepan ratusan peserta diskusi publik yang digelar oleh Komunikonten dengan mengusung  tema “Kontribusi Kaum Muda dalam Mempromosikan Indonesia dan Menangkal Radikalisme” di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok, Jawa Barat,  Kamis (16/6). “Saya sarankan, jika perlu bentuk bidang baru yang menangani ini, atau lembaga khusus. Ketiga...

Undangan Diskusi Keren Di Depok & Buka Bersama

Tema: “Kontribusi Kaum Muda Lewat Medsos Untuk Mempromosikan Indonesia dan Menangkal Radikalisme” Pembicara: 1/ Idris Abdul Shomad (Walikota Depok), 2/ Irwan Kelana (Redaktur Senior Koran Republika), 3/ Elvan Dani Sutrisno (Wakil Pemimpin Redaksi Detik.com) 4/ Hariqo Wibawa Satria (Direktur Eksekutif KOMUNIKONTEN) Moderator: Hafyz Marshal (Pemred Siaran Indonesia) Pada Kamis, 15 Juni 2017, Pukul 14.30 – 18.00 WIB, Tempat: Aula MUI Kota Depok, Jl. Nusantara Raya No 5-7, Beji, Pancoran MAS, Kota Depok. Pendaftaran, Hubungi: Nurul / Samsul (083874628589, 08520145950) lewat wa/sms. Terbatas: 100 orang. Format pendaftaran: Nama Lengkap_No.HP_Organisasi_E-mail Lima orang pendaftar pertama mendapatkan kaos keren dari KOMUNIKONTEN Demikian undangan ini disampaikan, atas kehadirannya kami ucapkan t...

Catatan Untuk Pasukan Medsos Setelah Pilkada Serentak

Oleh: Hariqo Wibawa Satria, M.Si (Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi) Pada 03 Oktober 2015, saya diajak ke Kuala Lumpur oleh Pak Nazaruddin Nasution (76 th), Mantan Dubes RI untuk Kamboja. Kami mengikuti ASEAN Roundtable Forum di Kementerian Luar Negeri Malaysia. Acara dibuka Mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Sri Haji Abdullah bin Haji Ahmad Badawi. Saat sesi istirahat, saya ngobrol dengan seorang peserta dari Malaysia. Ia kesal soal asap dari Indonesia. Saya bilang, kamu protes saja di medsos. “Wah jangan, nanti kami diserang pengguna medsos Indonesia, jumlah kalian banyak”, balasnya. Wah rupanya dia paham warganet Indonesia “galak”. Dia juga tahu, ketika warganet Indonesia gotong royong menyindir Perdana Menteri (PM) Australia, Tonny Abbott. Tagar #Ko...

Kala Youtube Menjuarai Platform Sosial

SIAPA sangka, Youtube pada tahun 2017 ini terbesar penggunanya dibanding platform sosial lainnya. Sebelumnya, platform BBM dan Facebook yang memiliki pengguna paling besar di tanah air. Perubahan ini membawa tren baru perilaku netter di Indonesia. Akhir Januari 2017 lalu, lembaga riset marketing digital global We Are Social mengeluarkan laporan tahunan, yang menarik untuk dicermati. Lembaga itu merilis tentang penetrasi dan penggunaan smartphone di tiap negara, termasuk Indonesia. Dalam rilisnya, Youtube dinobatkan sebagai platform sosial yang paling aktif di tanah air, dengan raihan 49 persen dari total penetrasi. Ini berbeda kala (Januari) tahun 2016, BBM yang teratas dengan raihan 19 persen; dan kala tahun 2015, Facebook yang dinobatkan sebagai platform sosial paling diminati, dengan ra...

Bahas 50 Tahun ASEAN, Ini yang dibicarakan Dalam Pertemuan Relawan KAPAS dengan Kemenko Perekonomian

JAKARTA – Menyambut Peringatan 50 Tahun ASEAN yang jatuh pada 8 Agutus 2017 nanti, Relawan Komunitas Peduli ASEAN (KAPAS) menghadiri undangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, di Gedung Ali Wardhana, Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, pada Selasa (24/1/2017). “Tahun ini usia ASEAN masuk 50 tahun. Untuk tahun emas ini, kita perlu menyamakan pandangan, termasuk memperbaharui informai tentang MEA. Karenanya, mari kita diskusi mengenai hal tersebut,” ujar Kepala Sub. Bidang Intra ASEAN Kemenko Perekonomian, Benito Rio Avianto. Benito kemudian mempersilahkan Netty Muharni menyampaikan materinya. Netty Muharni adalah Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kemenko Perekonomian. Di awal paparannya, Netty menjelaskan tentang pentingnya pemerataan informas...

Pelajar yang Paling Banyak Memproduksi Konten dan Menguploadnya di Internet Harus diberikan Penghargaan

JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dr. Unifah Rosyidi mengatakan, PGRI bertanggungjawab mendidik 54 juta siswa agar mampu mengenali dan menghadapi hoax dan fitnah, baik itu berita maupun informasi. Hal itu disampaikannya dalam diskusi berjudul “Strategi Menang Melawan Hoax dan Fitnah”, yang diadakan Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (25/01/2017). “Kita siap mengadakan literasi digital untuk para guru, namun kita butuh dukungan semua pihak. Banyak informasi aneh sekarang, seperti bumi itu datar, tips pengobatan yang mengada-ada, belum lagi berita-berita bohong yang bisa memecah persatuan bangsa. Kami dari PGRI mengajak semua pihak, mari kita lindungi 54 juta siswa, poin-poin dari diskusi Komu...

Lawan Hoax dan Fitnah‎, Komunikonten Gelar Diskusi di Dewan Pers dan Aksi di Hari Bebas Kendaraan

Berita bohong dan fitnah semakin banyak beredar. Akibatnya semua merasakan, masyarakat mulai saling mencurigai, dan ini mengancam keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Atas dasar itu, Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi mengadakan diskusi dengan tema “Strategi Menang Melawan Hoax dan Fitnah”, di Gedung Dewan Pers, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu, 25 Januari 2017, pukul 13.30 – 16.30 WIB. Konfirmasi kehadiran bisa menghubungi 085201459950 (Samsul) atau 083874628589 (Nurul) Narasumber yang dipastikan hadir adalah: Dr. ‎ Unifah Rosyidi (Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia), Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf (Pokja Revolusi Mental, Mantan Dirut LKBN ANTARA), Yosep Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), dan Hariqo Wibawa Satria (Direktur Eksek...

UNDANGAN DISKUSI PUBLIK

Assalamualaikum Wr.Wb. Salam Sejahtera. Dengan penuh hormat, KOMUNIKONTEN (Institut Media Sosial dan Diplomasi) mengundang Bapak/Ibu, Saudara/I, untuk berdiskusi dengan tema: STRATEGI MENANG MELAWAN HOAX DAN FITNAH. Narasumber: 1/ Dr. Unifah Rosyidi (Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia – PGRI www.pgri.or.id), 2/ Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf (Pokja Revolusi Mental, Mantan Dirut LKBN ANTARA), 3/ Yosep Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), 4/ Hariqo Wibawa Satria (Direktur Eksekutif Komunikonten – www.kepnas.com). Moderator: Husein Sanusi (Editor di Tribunnews.com) Diskusi ini dilaksanakan pada: Rabu, 25 Januari 2017, Pukul 13.30 – 16.30 WIB, di Aula Dewan Pers, Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat (Lokasi: https://goo.gl/14uPPm). Konfirmasi kehadiran: Hub: 085201459950 (Samsul) atau 083874...

Lawan Fitnah dan Hoax, Komunikonten Gelar Diskusi dan Aksi Lapangan

JAKARTA – Media sosial dewasa ini banyak diwarnai berita palsu/ hoax dan fitnah. Ia bukan sekadar polusi udara yang mengotori oksigen yang kita hirup, tapi juga jadi racun yang bisa merusak persaudaraan dan persatuan bangsa. Menyikapi ini, Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi mengadakan Diskusi dan Kampanye Aksi pada Car Free Day. Diskusi ini akan diadakan pada Rabu, 25 Januari 2017, pukul 12.30 – 17.00 WIB, di Aula Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat. Narasumbernya, Yosep Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), Dr. Unifah Rosyidi (Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia – PGRI), Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf (Pokja Revolusi Mental, Mantan Dirut ANTARA), Hariqo Wibawa Satria (Komunikonten), dan Husein Sanusi (Editor Tribunnews.com) sebagai moderator. Diskusi ini meng...

Menyambut Tahun Emas ASEAN, Relawan Komunitas Peduli ASEAN Bertemu dengan Kemenko Perekonomian

JAKARTA – Relawan Komunitas Peduli ASEAN hadir memenuhi undangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian untuk silaturahmi dan berdiskusi dalam menyambut peringatan 50 tahun ASEAN di ruang rapat Kemenko Perekonomian, Jl. Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2017). Pihak Kemenko Perekonomian yang menemui adalah Benitorio dan Devy Panggabean. Benito menjelaskan, dalam rangka menyambut 50 tahun ASEAN, ini menjadi sebuah momen yang sangat penting dan strategis. Penting karena ibarat orang kawin, sudah 50 tahun, kawin emas. “Momen 50 tahun ASEAN ini bisa punya makna yang lebih mendalam, terutama untuk masyarakat,” ujarnya. Ia mengatakan, hal itu bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Misalnya, jika kita ekspor ke ASEAN ini sudah zero persen tarifnya. “Hal-hal seperti ini ...

Facebook Buat Depresi?

Adalah pertanyaan menarik dan bagus untuk kita jawab kala makin banyaknnya pengguna facebook (FB) di tanah air. Juga begitu mudahnya netizen memposting berbagai aktifitas kehidupannya melalui akun FB-nya. Satu sisi mungkin baik, apalagi sebagai media untuk eksistensi diri dan memperluas silaturahmi. Tapi, di lain sisi ternyata FB bisa membuat netizen timbul rasa iri sehingga terjadi depresi. Temuan ini terungkap melalui penelitiannya Dr. Margaret Duffy dari University of Missouri School of Journalism. Penelitian ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh lebih dari 700 mahasiswa, dan diterbitkan dalam jurnal komputer Human Behaviour tahun 2015. Ini juga terungkap dalam studi baru dari University of Houston. Dalam laman Forbes menyatakan, pengguna FB yang lebih sering melihat perbandingan s...

Om Telolet Om Lebih Bagus Ketimbang Bikin Rusuh Medsos

Jakarta – Media sosial (Medsos) sebaiknya dipakai untuk meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia. Bahkan seharusnya, medsos bisa meredam isu suku agama ras dan antargolongan (SARA) pada momen seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). “Kami tegaskan agar media alternatif seperti medsos tidak digunakan untuk hal-hal yang mengurangi kualitas Pilkada serentak seperti memainkan isu SARA, fitnah dan lain-lain,” ujar Komisioner KPU Pusat Ferry Kurnia Rizkiyansyah, di Aula Dewan Pers, Jakarta (23/12/2016). Itu sebabnya, menurut Ferry, akun-akun medsos tim sukses para kandidat Pilkada wajib didaftarkan. Prinsipnya, kampanye di medsos sama dengan di dunia nyata. Dengan demikian, kampanye di medsos tetap harus mengedepankan kampanye dialogis dan pendidikan politik. Direktur Ekseku...