Fiksi Kepnasia

Indahnya Kotaku

Kota Surabaya terpilih sebagai kota terbaik dalam penganugerahan Kota Cerdas Indonesia 2015. Penghargaan tersebut merupakan puncak dari rangkaian penyusunan Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) 2015 yang telah diluncurkan pada 24 Maret 2015 lalu. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ditunjuk panitia untuk membacakan nominasi sekaligus memberikan piala penghargaan berukuran raksasa tersebut. “Kategori Best of the Best Penganugerahan Kota Cerdas Indonesia 2015 diberikan kepada Kota Surabaya,” ujar Rudiantara membacakan nominasi, Kamis(13/8/2015), di Jakarta. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang hadir dalam acara penganugerahan tersebut melangkah ke panggung untuk menerima penghargaan. Adapun, faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan IKCI 2015 meliputi aspek ekonomi, sos...

Berdamai dengan Diriku Sendiri

aku belajar bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri akan sama saja dengan mengutuk diriku sendiri, untuk tidak pernah berdamai dengan diriku sendiri…. aku benar-benar belajar untuk dapat menerima diriku seutuhnya, apa adanya secara total dan tanpa syarat…. itulah diriku pada kenyataan yang nyata…. aku terima diriku sebagaimana adanya dia…. coba balikkan punggungmu…, dan lihatlah jalan yang engkau tempuh selama ini….   Dikutip dari Hariqo WS  

Renungan Fajar

Sunyi senyap aku sendiri Menyengaja menyingkir dari hiruk pikuk kehidupan Meskipun aku tahu takkan selamanya aku melakukan ini Karena aku hidup dalam dunia yang mesti kujalani *** Aku mencoba memahami arti kehidupan…. Kehidupan yang hari-hari ini sepertinya justru meninggalkanku…. Tatkala aku sangat bernafsu mencumbunya…. Kuharap aku bisa melihat lagi wajah kehidupan yang sebenarnya…. *** Alam menggiringku…. Perlahan demi perlahan ia menunjukkanku mana-mana yang selama ini aku tak melihatnya…. Mana-mana yang selama ini menutup pintu hatiku…. Menutup jiwaku melalui karung hitam dunia…. *** Semakin lama dalam kondisiku, kaki semakin lemah…. Tubuhku tak berdaya untuk berdiri…. Aku merasakan betapa lemah diri ini…. Hanya secuil rasa saja sudah membuatku tak berkutik…. *** Apalah makna diri ini...

Bola-Bola Keangkuhan

Ilahi…. Kau bukakan pintu-pintu kemudahan pada diri ini yang terus mengejar Kau hantarkan langkah ini dalam pencarian Namun diri ini selalu saja gelisah Namun diri ini selalu saja mencari-cari *** Ilahi…. Kau tidak bosan-bosannya memberi pada diri yang selalu saja memilih-milih dan meminta Kau terus saja menemani jiwa ini yang selalu merasa sepi dan cemas Namun diri ini selalu saja lalai dan sering tak peduli Namun diri ini masih saja menutup mata hati dan seringkali tak pernah mau mengerti *** Ilahi…. Kau selalu mengawasi langkah-langkah ini yang seringkali mengkhianati Kau selalu menjaga diri ini yang berkali-kali mendzolimi Namun diri ini masih jua mengingkari Namun diri ini belum jua menginsafi *** Ilahi…. Kau yang tak pernah lalai dalam setiap perilaku diri ini Kau yang tak pernah men...

Syair buat Bunda

Kau mengharapkan kehadiranku…. Bibirmu siang-malam basah oleh lantunan doa seraya terus menjagaku dalam perutmu…. Tiada keluh kesah yang mengalir…. Kau lenyapkan rasa cape dan bahagiamu…. Demi aku…. *** Meski kini kau melihatku, tidak sebagaimana yang kau harapkan…. Kau menerimaku apa adanya…. Bahkan kau melupakan semua harapanmu kala itu…. Kau pun bahagia menjagaku lagi…. Demi aku…. *** Begitu melihatku…. Kini kau memiliki harapan baru…. Kau terus percaya dengan harapan…. Yang kau sendiri tak tahu apa sebenarnya makhluk “harapan” itu…. Demi aku…. *** Lika-liku hidupmu dengan kehadiranku…. Kau tampak tak menyesali…. Semua rasa sakit yang kuberikan padamu, kau terima dengan lapang dada…. Kekecewaanmu atas harapan itu pedaku, kau hiraukan…. Demi aku…. *** Kau melumasi minyak penenang padaku,...