Budaya

Bahas 50 Tahun ASEAN, Ini yang dibicarakan Dalam Pertemuan Relawan KAPAS dengan Kemenko Perekonomian

JAKARTA – Menyambut Peringatan 50 Tahun ASEAN yang jatuh pada 8 Agutus 2017 nanti, Relawan Komunitas Peduli ASEAN (KAPAS) menghadiri undangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, di Gedung Ali Wardhana, Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, pada Selasa (24/1/2017). “Tahun ini usia ASEAN masuk 50 tahun. Untuk tahun emas ini, kita perlu menyamakan pandangan, termasuk memperbaharui informai tentang MEA. Karenanya, mari kita diskusi mengenai hal tersebut,” ujar Kepala Sub. Bidang Intra ASEAN Kemenko Perekonomian, Benito Rio Avianto. Benito kemudian mempersilahkan Netty Muharni menyampaikan materinya. Netty Muharni adalah Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kemenko Perekonomian. Di awal paparannya, Netty menjelaskan tentang pentingnya pemerataan informas...

Pelajar yang Paling Banyak Memproduksi Konten dan Menguploadnya di Internet Harus diberikan Penghargaan

JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dr. Unifah Rosyidi mengatakan, PGRI bertanggungjawab mendidik 54 juta siswa agar mampu mengenali dan menghadapi hoax dan fitnah, baik itu berita maupun informasi. Hal itu disampaikannya dalam diskusi berjudul “Strategi Menang Melawan Hoax dan Fitnah”, yang diadakan Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (25/01/2017). “Kita siap mengadakan literasi digital untuk para guru, namun kita butuh dukungan semua pihak. Banyak informasi aneh sekarang, seperti bumi itu datar, tips pengobatan yang mengada-ada, belum lagi berita-berita bohong yang bisa memecah persatuan bangsa. Kami dari PGRI mengajak semua pihak, mari kita lindungi 54 juta siswa, poin-poin dari diskusi Komu...

Lawan Fitnah dan Hoax, Komunikonten Gelar Diskusi dan Aksi Lapangan

JAKARTA – Media sosial dewasa ini banyak diwarnai berita palsu/ hoax dan fitnah. Ia bukan sekadar polusi udara yang mengotori oksigen yang kita hirup, tapi juga jadi racun yang bisa merusak persaudaraan dan persatuan bangsa. Menyikapi ini, Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi mengadakan Diskusi dan Kampanye Aksi pada Car Free Day. Diskusi ini akan diadakan pada Rabu, 25 Januari 2017, pukul 12.30 – 17.00 WIB, di Aula Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat. Narasumbernya, Yosep Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), Dr. Unifah Rosyidi (Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia – PGRI), Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf (Pokja Revolusi Mental, Mantan Dirut ANTARA), Hariqo Wibawa Satria (Komunikonten), dan Husein Sanusi (Editor Tribunnews.com) sebagai moderator. Diskusi ini meng...

Menyambut Tahun Emas ASEAN, Relawan Komunitas Peduli ASEAN Bertemu dengan Kemenko Perekonomian

JAKARTA – Relawan Komunitas Peduli ASEAN hadir memenuhi undangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian untuk silaturahmi dan berdiskusi dalam menyambut peringatan 50 tahun ASEAN di ruang rapat Kemenko Perekonomian, Jl. Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2017). Pihak Kemenko Perekonomian yang menemui adalah Benitorio dan Devy Panggabean. Benito menjelaskan, dalam rangka menyambut 50 tahun ASEAN, ini menjadi sebuah momen yang sangat penting dan strategis. Penting karena ibarat orang kawin, sudah 50 tahun, kawin emas. “Momen 50 tahun ASEAN ini bisa punya makna yang lebih mendalam, terutama untuk masyarakat,” ujarnya. Ia mengatakan, hal itu bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Misalnya, jika kita ekspor ke ASEAN ini sudah zero persen tarifnya. “Hal-hal seperti ini ...

Menulis Mengubah Dunia

Oleh: M. Samsul Arifin MENULIS mengubah dunia, adalah kalimat yang tak berlebihan. Melalui tulisan, banyak hal bisa terjadi, banyak hal mengalami perubahan. Banyak kasus terjadi di dunia karena bermula dari tulisan. Banyak pula tokoh-tokoh di dunia memulai gagasan perubahannya melalui tulisan. RA Kartini, adalah salah satu contoh tokoh tersebut. Melalui tulisannya, ia menggugat stigma yang diberikan kala itu kepada perempuan Indonesia. Bahwa perempuan-saat itu-dianggap hanya berada di dapur dan kasur. Karena stigma itu seorang anak perempuan dianggap tak layak memperoleh pendidikan yang lebih tinggi. Tak ayal, ada kelakar bahwa wanita itu harus wani ditata (harus bisa diatur) oleh para kaum lelaki. Melalui tulisan, ia hendak memperjuangkan kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam pendidika...

Bandung dan Paradigma Masyarakat mengenai Kota Cerdas

Pernahkah Kamu membaca atau melihat kata “ Smart City ” ?  Apa yang Kamu bayangkan saat mendengar kata “ Smart City ”?     Apakah sebuah Kota modern dengan teknologi  maju yang memberi kemudahan bagi masyarakat? Apakah sistem pemerintahan yang kreatif, inovatif , dan dekat dengan masyarakat serta aktifitasnya? Jika itu yang terlintas dipikiran mu , maka pandangan mu terhadap Smart City sudah benar. Tetapi Smart City tidak sebatas itu .   Kemajuan Bandung dan Paradigma mengenai Smart City Akhir akhir ini sedang gencar pemberitaan mengenai  Kota Bandung yg mengejutkan kita dengan Inovasi yang telah membuatnya menjadi salah satu kandidat pemegang predikat Smart City , bersama dengan beberapa kota besar seperti , Buenos Aires, Moscow, Dubai dll. Bandung menjadi finalist Smart City berkat ...